Islamedia - Akhirnya hari yang dinanti itu tiba, sebuah hari di akhir pekan yang selalu saya idam-idamkan kedatanganya. Hari dimana saya akan berjumpa dengan kawan-kawan satu pengajian, kawan yang telah bersama-sama dalam suka dan duka selalu berbagi.
Ada yang berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, bila sebelumnya saat pertemuan kita semua mendengarkan petuah dari sang guru, kini sang guru mengharapkan petuah dari kita semua, judul petuahnya adalah Memperbaharui Ta'aruf. Ta'aruf dalam pengertian saling mengenal lebih mendalam akan kebersamaan yang sudah kita lalui bertahun-tahun hingga akhirnya kita semua dipertemukan dalam sebuah ikatan yang mulia ini.
Sang guru memulai dengan menjelaskan alasan kita semua harus memperbaiki perkenalan dengan sahabat kita yang lain, boleh jadi ada hal yang selama ini hanya diketahui sepintas. Maka pada sore yang sejuk itu sang guru ingin lebih dekat mengenal semua personel yang berjumlah 10 orang. Lebih lanjut sang guru membatasi tema bahwa perkenalan yang dimaksud adalah perkenalan dakwah, bagaimana proses yang dialami hingga akhirnya dapat berjumpa dengan nikmatnya jalinan dakwah ini.
Sebagai permulaan sang guru memaparkan napak tilas perjalanan kehidupanya dari usia masih belasan hingga usia kini diatas 30-an. Romantisme dakwah dan sekaligus hiruk pikuk kerja-kerja dakwah sangat jelas terdengar dari ungkapan yang keluar. Saya menjadi merenung sejenak, disaat kesibukan yang dialami saat ini, ternyata masih belum seberapa bila dibandingkan kesibukan sang guru dari masa lalunya hingga sampai kini selalui menghiasi hari-harinya.
Proses memperbaharui taaruf pun dilanjutkan dari satu Ikhwah ke Ikhwah lainya, sungguh sangat banyak sekali pelajaran dan hikmah yang terkandung dari rangkaian kehidupan Ikhwah kita yang selama ini saya yang mengklaim dekat denganya tak dapat mengambilnya. Sungguh sangat mengesankan dan indahnya mengenal lebih jauh kehidupan dakwah yang dialami Ikhwah kita.
Ada yang berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, bila sebelumnya saat pertemuan kita semua mendengarkan petuah dari sang guru, kini sang guru mengharapkan petuah dari kita semua, judul petuahnya adalah Memperbaharui Ta'aruf. Ta'aruf dalam pengertian saling mengenal lebih mendalam akan kebersamaan yang sudah kita lalui bertahun-tahun hingga akhirnya kita semua dipertemukan dalam sebuah ikatan yang mulia ini.
Sang guru memulai dengan menjelaskan alasan kita semua harus memperbaiki perkenalan dengan sahabat kita yang lain, boleh jadi ada hal yang selama ini hanya diketahui sepintas. Maka pada sore yang sejuk itu sang guru ingin lebih dekat mengenal semua personel yang berjumlah 10 orang. Lebih lanjut sang guru membatasi tema bahwa perkenalan yang dimaksud adalah perkenalan dakwah, bagaimana proses yang dialami hingga akhirnya dapat berjumpa dengan nikmatnya jalinan dakwah ini.
Sebagai permulaan sang guru memaparkan napak tilas perjalanan kehidupanya dari usia masih belasan hingga usia kini diatas 30-an. Romantisme dakwah dan sekaligus hiruk pikuk kerja-kerja dakwah sangat jelas terdengar dari ungkapan yang keluar. Saya menjadi merenung sejenak, disaat kesibukan yang dialami saat ini, ternyata masih belum seberapa bila dibandingkan kesibukan sang guru dari masa lalunya hingga sampai kini selalui menghiasi hari-harinya.
Proses memperbaharui taaruf pun dilanjutkan dari satu Ikhwah ke Ikhwah lainya, sungguh sangat banyak sekali pelajaran dan hikmah yang terkandung dari rangkaian kehidupan Ikhwah kita yang selama ini saya yang mengklaim dekat denganya tak dapat mengambilnya. Sungguh sangat mengesankan dan indahnya mengenal lebih jauh kehidupan dakwah yang dialami Ikhwah kita.
- Ada kisah bahagia yang membuat suasana hangat yang membuat sunggingan di bibir dengan sendirinya terbentuk secara alamiah
- Ada kisah pengorbanan sebuah kasih sayang dari orang terdekat yang dapat membuat air bening di sudut mata memaksa mengalir.
- Ada kisah perjuangan yang mengharukan hanya untuk memperoleh nikmatnya sebuah lingkaran pekanan harus berjalan bermil-mil untuk dilaluinya ditengah gelapnya malam tanpa penerang.
- Ada kisah kesabaran bagaimana meyakinkan orang-orang yang terkasih dikeluarga untuk merelakan diri bahwa jalan yang kini di pilih adalah jalan suci yang penuh mashlahat.
- Ada kisah dahsyat yang seakan urat - urat saraf rasa letihnya hilang, hari-hari yang dilalui adalah perpindahan dari kerja kebajikan ke kerja kebajikan lainya.
- Dan serangkaian kisah lainya yang dapat memberikan spirit halus dari kisah-kisah kehidupan yang sudah dilalui Ikhwah kita lainya.
Sungguh beruntungnya saya dapat bergabung dilingkaran yang benar-benar membanggakan ini, lingkaran yang berisi orang-orang pilihan yang unggul dari kehidupan sekitar yang dilalui. Pribadi-pribadi yang telah memilih jalan cinta yang kelak akan berjumpa dengan pembuat cinta yang abadi.
Semoga proses memperbaharui taaruf dakwah ini dapat juga dirasakan lingkaran-lingkaran lainya, hingga akan semakin menghangatkan jalinan yang sudah terbina menjadi semakin erat dalam melangkah ke hari depan dengan penuh spirit baru.
Eko Setiawan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar