Minggu, 16 Juni 2013

BBM Naik, Sembako Ikut Merangkak Naik


Menjelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan datangnya bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dan sayur mayur di berbagai Pasar Baru Tuban , mulai bergerak naik.

Salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban, Pujo Mulyono (42) saat dikonfirmasi kotatuban.com, Sabtu (15/6) mengungkapkan, menjelang kenaikan BBM sejumlah sembako sudah mengalami kenaikan. Namun, kenaikan ini belum terlalu tinggi. Seperti, kenaikan harga pada beras, biasanya beras yang dijual Rp 8 ribu perkilogram, dan saat ini dijual Rp 8.200 per kg. ”Kenaikan ini juga terjadi pada barang-barang lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Pujo mengatakan, untuk harga minyak goreng kemasan 2 liter sebelumnya dijual 20.500 perkemasan dan saat ini menjadi Rp 21.500. Sedangkan, untuk minyak goreng curah perliter dari harga Rp 9.000 menjadi Rp 9.500 per liternya. Sedangkan, untuk cabai keriting dari harga Rp 26 ribu menjadi Rp 28 ribu per kg, bawang merah dari Rp 25 ribu menjadi Rp 26 ribu per kg. ”Jika BBM jadi naik barang-barang ini kemungkinan akan ikut naik lagi,” tandasnya.

Terpisah, Tasripan salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Baru Tuban mengatakan, sayur mayur juga telah mengalami kenaikan. Yang mengakibatkan kenaikan ini dipicu isu kenaikan harga BBM bulan ini. Selain itu, juga menjelang bulan puasa bulan Juli mendatang. Pemasok bahan pokok dan sayur mayur sudah menaikkan ongkos angkut dari sentra pertaniannya. ”Ongkos angkutpun saat ini telah mengalami kenaikan,” ujarnya.

Menurutnya, sebenarnya kenaikan harga ini biasa menjelang bulan puasa. Namun, kata dia, karena ada isu kenaikan BBM, banyak yang memanfaatkan kondisi ini, dengan alasan tertentu menaikkan harga sayur mayur, dan sembako lebih dulu. Sehingga, saat harga BBM naik, mereka akan menaikkan kembali. ”Puncak kenaikan nanti saat pemerintah sudah mengungumkan kenaikan harga BBM,” pungkasnya. (duc/kotatuban)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar